RD: Saya Gagal Penuhi Target Juara

Rahmad Darmawan4

Target Arema Cronous mengangkat trofi Indonesia Super League (ISL) 2013 akhirnya tidak bisa terpenuhi. Malah kini Arema masih bersusah payah memburu posisi runner up setelah Persipura Jayapura resmi mengunci gelar juara musim ini setelah menundukkan Persiwa Wamena 0-2 tengah pekan lalu.

Kegagalan ini langsung direspons secara gentle oleh Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan. Dia mengaku telah gagal mewujudkan target yang diberikan kepadanya dan siap bertanggungjawab terhadap pencapaian klub dalam semusim terakhir.

“Saya telah gagal mewujudkan target juara yang diberikan manajemen. Bagaimana pun saya harus bertanggungjawab, baik kepada manajemen maupun Aremania. Saya sangat siap menerima konsekuensinya,” cetus pelatih asal Lampung ini. Dia juga belum bisa bicara banyak soal kelanjutan karirnya musim depan.

“Semuanya saya serahkan ke manajemen. Mereka yang paling berhak memberikan penilaian kinerja saya selama di Arema. Saya sendiri belum memikirkan bagaimana musim depan,” tambah pelatih biasa disapa RD ini. Dirinya juga enggan mencari alasan atas kegagalan Arema meraih trofi juara.

Menurut dia, apa pun kondisi dan situasi klub, nyatanya target juara tidak bisa diwujudkan dan itu berarti dia tidak mampu menjawab ekspektasi manajemen dan supporter. Kini konsentrasi RD adalah membawa Arema finish di posisi setinggi mungkin.

Posisi runner up masih sangat realistis bagi Singo Edan, walau terus mendapat ancaman dari Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Kegagalan RD memberikan juara mungkin bisa bisa sedikit termaafkan jika mampu menempatkan klub berlogo kepala singa di posisi dua klasemen akhir ISL.

Namun jika melihat ucapan manajemen melalui CEO Arema Cronous Iwan Budianto beberapa pekan lalu, posisi RD bisa saja tak terpengaruh kegagalan mencapai juara. Sebab Iwan menganggap dia adalah pelatih domestik terbaik saat ini dan tidak ada pelatih lain yang lebih berpengalaman dibanding Rahmad Darmawan.

Walau masih dianggap pelatih terbaik, tak bisa dimungkiri bahwa sebagaian supporter Aremania bersikap sinis terhadap pelatih yang membawa Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura juara ini. Ada beberapa latar belakang yang membuat Aremania sedemikian sinis kepada RD.

Salah satunya adalah ketidaksukaan terhadap keputusan RD yang meminggirkan pemain-pemain asli Arema dan lebih suka memainkan mantan pemain Pelita Jaya serta mantan anak didiknya. Jika melihat tim utama Arema musim ini, hanya Kurnia Meiga yang mewakili pemain asli Arema di tim reguler.

Sementara pemain asli Arema yang musim lalu berada di tim utama harus menjalani rotasi, seperti Munhar, Sunarto, Dendi Santoso, hingga Hendro Siswanto. Inilah yang menjadikan sebagian Aremania kurang bersimpati kepada pelatih yang sekaligus kolektor topi tersebut.