Persipura Batal Gelar Konvoi Juara ISL 2013

Persipuramania

Rasa duka yang mendalam dirasakan Persipura Jayapura usai meninggalnya mantan kapten mereka, Ritham Madubun. Tim “Mutiara Hitam” pun urung melakukan konvoi usai mengunci gelar juara Liga Super Indonesia (ISL) 2013.

Pada Rabu, 31 Juli 2013, Persipura akhirnya berhasil merebut kembali mahkota juara ISL setelah menang 2-0 atas saudara tua mereka, Persiwa Wamena, di Stadion Pendidikan. Gol Boaz Solossa dan Patrich Wanggai memastikan posisi Persipura tak tergoyahkan di puncak klasemen.

Tapi, pesta berubah jadi duka saat kabar meninggalnya Ritham Madubun tersebar. Pemain yang memperkuat Persipura sejak 1988 sampai 1997 itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah terserang stroke. Pria 42 tahun itu meninggal pada pukul 02.00 WIT.

Hal ini mengundang reaksi dari Persipura. Sang juara baru itu memutuskan untuk tidak melakukan konvoi di jalan-jalan Jayapura saat mendarat hari Kamis, 1 Agustus 2013, usai tampil di Wamena.

“Tidak ada konvoi kemenangan hari ini,” jelas Ketua Harian Persipura, La Siya, saat dihubungi wartawan. Ia menyatakan bahwa pihak klub sangat terpukul dengan kepergian pemain yang biasa tampil sebagai bek itu. “Kamis, semua baik manajemen dan pemain sangat berduka,” imbuhnya.

Ritham Mandubun memang cukup lama malang melintang di pentas sepakbola Tanah Air. Selain Persipura, ia juga pernah bermain dengan PSM Makassar, Persija Jakarta, Persikota Tangerang, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persema Manado, sampai Persitara Jakarta Utara.

Tidak hanya di level klub, Ritham juga pernah berkostum tim nasional. Almarhum pernah menjadi pilar Timnas Indonesia pada periode pertengahan 1990an. Ia tampil di ajang Piala Asia 1996 dan Pra Piala Dunia 1997.

Ritham Madubun lahir di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Ia meninggalkan seorang istri bernama, Endang Setiayati Arief dan empat anak yaitu, Fariz Ritham Madubun, Tisa’a Aprilla Ritham Madubun, Ning Rienda Ritham Madubun, Resha Chiero Maldini Ritham Madubun.

Rencananya, Ritham akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Elar Ler Tual, Maluku Tenggara. Jenazah almarhum sudah diterbangkan ke kampung halamannya itu pada Kamis siang ini.