Mourinho Sebut Real Madrid Sarat dengan Politik

moustanleychoug

San Francisco – Manajer Chelsea Jose Mourinho mengeluarkan komentar pedas mengenai Real Madrid yang ia tangani dari 2010 sampai musim panas ini. Madrid dinilainya sarat dengan nuansa politik.

Mourinho berpisah dengan Madrid di akhir musim 2012/13 setelah melalui musim itu tanpa trofi. ‘El Real’ gagal mempertahankan trofi La Liga yang direnggut Barcelona dan menyerah dari Atletico Madrid di final Copa del Rey.

Pada musim terakhirnya di Santiago Bernabeu itu hubungan Mourinho dengan beberapa pemain Madrid juga disebut-sebut sudah tak lagi harmonis.

“Madrid adalah sebuah klub spesial. Itu bukan cuma sebuah klub. Madrid adalah politik. Madrid bukan tentang sepakbola, Madrid bukan tentang olahraga, tapi mengenai banyak hal di sekelilingnya,” nilai Mourinho di ESPN.

“Di tahun kedua (sebagai pelatih Madrid), kami menjuarai liga. Kami tim terbaik dalam sejarah Spanyol, kami meraih 100 poin, kami bikin 121 gol, dan kemudian di tahun ketiga adalah tahun pemilihan.”

“Pemilihan di klub amatlah berarti dan kami berada di tengah-tengah segala sesuatu yang tidaklah normal, dan cuma orang-orang di dalam yang bisa memahaminya,” bebernya.

Mourinho lantas menyebut musim terakhirnya di Madrid tidaklah buruk-buruk amat, kendatipun ia juga mengakui bahwa timnya memang gagal memenuhi harapan untuk meraih trofi.

“Kami mencapai final (Copa del Rey). Tentu saja kami kalah, tapi kami bisa mencapai final. Kami mencapai semifinal Liga Champions, kurang satu gol lagi untuk mencapai final. Jadi musim itu tidak terlalu buruk.”

“Tapi menuntaskan musim tanpa trofi, cuma Piala Super, kami mengalahkan Barcelona di Piala Super, tidaklah cukup buatku,” tegas Mourinho.