Mantan Pemain Persipura Wafat, Fans Tak Lakukan Konvoi Juara

Ritham Madubun

Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Setelah tragedi meninggalnya Sekou Camara, giliran pemain lokal penuh pengalaman, Ritham Madubun yang tutup usia pada Kamis pada Kamis (1/8/2013) dinihari WIB. Pemain yang memulai karier di Persipura Jayapura itu dikabarkan wafat, setelah cukup lama menderita penyakit stroke.

Demi menghormati mantan pemainnya, fans Persipura diimbau tak melakukan konvoi hari ini. Ini menyusul gelar juara yang diraih Persipura sesuai mengalahkan Persiwa Wamena,Rabu (31/7/13) malam.

“Kami semua berduka. Tidak ada konvoi kemenangan hari ini,” kata Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya lewat pesan singkat kepada media.Saat masih aktif bermain sepakbola, Ritham Madubun memang pernah berseragam Persija Jakarta.

Selain itu ia juga pernah main di Persipura, PSM Makassar, Persikota Tangerang, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persma Manado, dan Persitara Jakarta Utara.

Penyakit stroke mulai dirasakannya setelah habis kontrak dengan Persitara. Ini sangat memukul Ritham yang semasa jayanya dikenal sangat disegani kawan dan lawan. Ini diakui sendiri oleh mantan manajer Persitara, Hary Ruswanto.

“Ritham sosok yang humoris, setia kawan dan panutan buat semua pemain. Dia mampu membimbing pemain yunior dengan baik,” jelasnya. “Kami saat itu mengontrak dia setengah musim saja dan mampu menambah kekuatan di sayap kiri. Dia pemain hebat.”

Ritham juga berkiprah di timnas Indonesia. Dia pernah tampil di ajang Piala Asia 1996 dan Pra Piala Dunia 1997.Ritham lahir di Kepulauan Kai, Maluku Tenggara, pada tanggal 1 April 1971.

Ritham mempunyai seorang istri yang bernama Endang Setiawati Arief dan 4 orang anak yaitu Fariz Ritham Madubun, Tisa’a Aprilla Ritham Madubun, Ning Rienda Ritham Madubun, Resha Chiero Maldini Ritham Madubun.