Dan Kini Anzhi Tak Kaya Lagi


Moskow – Transfer bebas Samuel Eto’o ke Chelsea kian menahbiskan ada persoalan besar yang menerpa Anzhi Makhachkala. Klub Rusia itu kini tak lagi kaya, seperti mereka mendadak kaya dua tahun silam.

Anzhi pernah memaksa dunia memperhatikan mereka ketika merekrut Eto’o dari Inter Milan di musim panas 2011, dengan nominal yang bikin geleng-geleng kepala. Kala itu bintang Kamerun tersebut dikontrak tiga tahun dengan gaji bersih 20 juta euro per musim, yang membuatnya sebagai pemain dengan bayaran termahal di dunia.

Tapi Eto’o kini tak semahal itu lagi. Anzhi melepasnya ke Chelsea dengan harga “seadanya”, konon di kisaran 5 juta euro, walaupun BBC bahkan menyebutnya cuma-cuma alias gratis. Oleh The Blues si pemain digaji 8 juta euro saja untuk setahun.

Jelas, Anzhi lebih memilih banting harga daripada terus mengongkosi Eto’o gila-gilaan, sedangkan benefitnya seperti tiada. Semakin kukuh pula rencana mereka untuk cuci gudang di musim panas ini, karena sebelumnya sejumlah pemain mereka juga telah dilego, termasuk Willian yang juga dikirim ke Chelsea.

Pemain Prancis Lassana Diarra dilepas ke klub Rusia lainnya, Lokomotiv Moskow. Diarra menyusul pemain Maroko Moubarak Boussoufa yang lebih dulu teken kontrak di klub yang sama.

Klub-klub Rusia lain juga mendapatkan “hibah” pemain bintang yang dimiliki Anzhi. Dinamo Moskow mendapatkan trio pemain timnas Rusia, kapten Igor Denisov, gelandang Yury Zhirkov dan penyerang Alexander Kokorin. Zenit St Petersburg lebih suka menerima gelandang Oleg Shatov.

Media terbitan Rusia Sports Express menyebut kebijakan cuci gudang itu diambil Anzhi karena sang pemilik klub, Suleyman Kerimov, kondisi kesehatannya menurun sejak timnya tak kunjung memperlihatkan outputyang sebanding dengan pengeluaran mereka.

Presiden klub, Konstantin Remchukov, menyangkal dugaan tersebut, sampai-sampai membuat klarifikasi melalui twitter. “Kabar terpenting adalah Anzhi akan melakukan reformasi,” kicau dia.

“Bintang-bintang mahal akan meninggalkan Anzhi, sementara klub akan memangkas anggaran klub menjadi 37-52 juta euro per tahun.”

“Kami gagal mendapatkan percepatan sukses. Sekarang Anzhi akan mengembangkan akademi dengan perencanaan pengembangan klub.”

Ya, pada 18 Januari 2011 Kerimov yang seorang konglomerat di bidang tambang dan perhotelan membuat Anzhi masuk babak baru. Orang terkaya ke-146 dunia versi Forbes itu berasal dari Dagestan, kota markas Anzhi, mengambil alih 100 persen kepemilikan klub.

Kerimov langsung membuat cetak biru yang terdengar ideal untuk sebuah klub sepakbola di era industri saat ini. Dana senilai 150,5 juta euro digelontorkan untuk membangun stadion berkapasitas 40 ribu penonton.

Tim terbaik disusun. Kerimov membuat gempar bursa transfer awal tahun 2011. Bek kiri legendaris Brasil, Roberto Carlos, jadi pemain bintang pertama yang digaet, walaupun sudah tergolong gaek. Setelah itu Anzhi menggaet gelandang Corinthians yang juga asli Brasil, Jucilei da Silva, serta Boussoufa dari Anderlecht.

Pembelian besar-besaran berlanjut di musim panas. Pemain Hongaria Balazs Dzsudzsak diikat untuk empat musim yang didatangkan dengan nilai transfer 14 juta euro. Anzhi juga membawa pulang gelandang Rusia Yuri Zhirkov dari Chelsea. Gong pembelian Anzhi ada di figur Eto’o. Di tahun 2012, terbit sebuah laporan bahwa nilai investasi Kerimov sudah mencapai 135, 5 juta euro.

Ironisnya, investasi sebesar itu tidak berbanding lurus dengan prestasi. Anzhi hanya menduduki peringkat ketiga Liga Rusia musim 2012/2013, dan urutan kelima di musim sebelumnya.

Selain soal prestasi dan bisnis sepakbola yang mandek, isu lain yang beredar adalah Kerimov tersangkut persoalan hukum. Ia sedang diselidiki pemerintah Belarusia dalam kapasitasnya sebagai pemilik mayoritas saham Uralkali, perusahaan penghasil potash (kalium karbonat) yang berbasis di negara tersebut.

Apapun penyebabnya, Anzhi yang juga pernah menjadikan Guud Hiddink sebagai pelatihnya itu dari Februari 2012 sampai Juli 2013, sepertinya sudah tak kaya lagi.

Sebaran beberapa pemain Anzhi Makhachkala:
Samuel Eto’o ke Chelsea
Willian ke Chelsea
Lassana Diarra ke Lokomotiv
Moubarak Boussoufa ke Lokomotiv
Igor Denisov, Yury Zhirkov, Alexander Kokorin ke Dinamo Moskow
Oleg Shatov ke Zenit St Petersburg