11 Siasat Pesepakbola agar Ditransfer Klubnya

Selain cara-cara yang sah, ada pula trik-trik “kotor” yang bisa dilakukan pesepakbola demi merancang kepindahannya ke klub lain.

Berikut adalah 11 trik itu, sebagaimana dituturkan oleh Robbie Savage, mantan pesepakbola Inggris yang dikenal kontroversial dan penuh warna, yang dilansir oleh media Inggris BBC.

Trik-trik itu dikemukakan Savage berdasarkan pengalamannya sendiri dalam 17 tahun berkiprah sebagai pesepakbola profesional bersama Manchester United, Crewe Alexandra, Leicester City, Birmingham City, Blackburn Rovers, Derby County, dan Brighton & Hove Albion.

 

 

1. Merajuk

Tindakan pertama yang disebut Savage acapkali dilakukan pesepakbola untuk merancang kepindahannya adalah dengan cara merajuk.

Pemain yang merajuk, pasang muka murung, atau bermuram durja dinilainya amat buruk dan bisa berimbas sangat negatif kepada rekan-rekan setim dan klub secara keseluruhan.

“Saat masih bermain aku selalu mendapati hal seperti itu dan terkadang aku malah menjadi pelakunya yang terburuk karena aku tak bisa menyembunyikan emosi.”

“Tergambar jelas ketika aku tidak senang. Mood-ku akan berubah sepenuhnya,” curhatnya.

2. Menyetop Komunikasi

Tutup mulut dan diam seribu bahasa disebut Savage sebagai alat yang sangat efektif buat para pesepakbola yang sudah tak lagi betah di klubnya dan ingin mulai merancang kapindahan.

Dalam kariernya, Savage pun mengaku beberapa kali pernah mengadopsi taktik tersebut. Ia memberi indikasi bahwa trik ini akan sangat tepat digunakan pemain-pemain yang biasanya tampil ceria–Savage mencontohkan dirinya sendiri–karena akan terlihat amat kontras dengan sikap “baru” itu.

“Aku akan berlatih dengan normal tapi kemudian pergi segera setelah latihan tuntas. Aku takkan makan siang bersama rekan-rekan setim, aku akan segera menghilang pulang,” tutur Savage.

3. Pura-pura Cedera

Trik ini dinilai Savage sebagai salah satu yang paling populer dan acapkali digunakan untuk menunjukkan kepada pihak klub bahwa pemain bersangkutan sudah tidak senang.

“Aku sudah beberapa kali melihat cedera misterius,” lugas Savage.

Saat ini tindakan pura-pura cedera itu disebutnya tidak lagi bisa dilakukan semudah dulu karena adanya fisioterapis yang lazimnya langsung melakukan pemindaian terhadap cedera pemain.

“Anda tak bisa mengecoh orang dengan mudah, tetapi Anda masih bisa memalsukan cedera-cedera kecil, dan itu bisa bertahan lama.”

“Ketika Anda memalsukan cedera tak perlu sampai terpincang-pincang atau bertindak lebay. Bilang saja, ‘Rasanya seperti ada sesuatu yang keliru’,” kata Savage.

4. Mengarang Cerita di Surat Kabar

Trik berikutnya, yang juga pernah dipergunakan Savage, adalah mempergunakan media untuk membantu menyebarkan rumor mengenai ketertarikan tim-tim tertentu. Ini tak sulit karena menurutnya beberapa pemain punya teman di media.

“Aku pernah menelepon reporter yang dekat denganku dan minta mereka menghubungkanku dengan tim ini atau tim itu, kendatipun aku tahu itu tidak benar,” ungkap Savage.

Menyebar kabar burung setidaknya bisa membuat nama pemain bersangkutan “naik”. Selain itu, ini bisa berfungsi untuk memicu tim lain yang tertarik untuk menunjukkan minat, juga buat klub sendiri berinisiatif memagari.

“Tentu Anda harus realistis. Tak ada gunanya membuat diriku dikaitkan dengan Real Madrid karena semua orang pasti tahu itu dusta!” celoteh Savage.

Menurutnya, hal itu kini cukup sulit dilakukan karena media tidak lagi dengan mudah bisa dikadali oleh pepesan kosong.

5. Gunakan Media

Trik ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Bedanya, trik ini dicontohkan Savage lebih erat kaitannya dengan media visual alias televisi.

“Ketika aku ingin menambah beban ke manajer tertentu, aku mengatur kru kamera menemuiku di pusat latihan ketika aku tahu semua orang sedang libur dari latihan. Aku ingin memberikan kesan bahwa aku dipaksa berlatih sendirian,” ujar Savage.

Cara itu pernah dipergunakan Savage ketika membela Birmingham untuk mengatur kepindahannya ke Blackburn Rovers. Pada prosesnya pria Inggris 38 tahun itu memang sukses pindah ke Blackburn pada tahun 2005, tetapi sebelum itu siasatnya dengan menggunakan trik ini ternyata sudah terendus.

“Malam itu laporan TV muncul dan aku mengira misiku sukses. Sialnya buatku, manajer sudah mencium siasatku. Saat itulah aku tahu bahwa aku telah mempermalukan diri sendiri,” katanya.

6. Mengerdilkan Manajer

Lagi-lagi trik ini pernah dilakukan oleh Savage yang memulai karier profesionalnya bersama Manchester United pada musim 1993–1994 silam.

“Bagaimana Anda bisa melakukan itu? Salah satu cara adalah langsung menghadapi chairman atau pemilik klub ketika ingin mendiskusikan masa depan. Itu adalah sesuatu yang pernah aku lakukan,” jelasnya.

Dijelaskan Savage, pada suatu waktu ia pernah langsung menghadap ke chairman klub dan bilang dirinya ingin pergi. Ketika itu sang manajer akhirnya tahu tindakan Savage dan langsung marah-marah karena merasa dilangkahi.

“Di klub lain, aku menelepon chairman di kediamannya. Itu adalah hal terlarang tapi aku merasa tak punya pilihan lain. Chairman-nya saat itu amat pengertian tapi besoknya manajer memanggilku ke ruangannya dan bilang aku kurang ajar,” ceplos Savage.

7. Berkelahi dengan Rekan Satu Tim

Trik ini terbilang ekstrem, tetapi juga terjadi di dunia sepakbola. Didasari adanya keinginan pindah seorang pemain yang tidak direspons dengan baik oleh rekan setimnya, sebuah argumen verbal kemudian bisa memuncak sampai adu fisik.

“Di sebuah klub, para pemainnya tahu aku ingin pergi tapi beberapa mulai kesal dengan tingkah-polahku. Ada keresahan di ruang ganti,” kenang Savage.

“Pada suatu hari aku terlibat argumentasi sengit dengan si kiper. Ia mendatangiku, ribut-ribut, dan kemudian mencengkeram leherku. Aku bereaksi, kami berkelahi, dan bibirnya kemudian sobek setelah kepalaku menanduk wajahnya,” bebernya.

8. Mengeluh ke Backroom Staff

Trik berikutnya adalah menumpahkan uneg-uneg ke fisioterapis, staf pelatih, pekerja kantin, dan sekretaris di klub. Mereka-mereka ini disebut Savage pasti akan melapor ke manajer.

“Jadi jika Anda ingin menimbulkan gejolak, mengeluhlah ketika orang-orang ini sedang mendengarkan. Takkan butuh waktu lama sebelum manajer tahu bagaimana perasaan Anda,” tegas Savage.

Dikisahkannya, pada suatu waktu cara ini juga pernah ia lakukan. Saat itu, kata Savage, ia sedang berada di ruang fisioterapis dan mulai berceloteh kalau dirinya ingin pindah dan amat percaya diri transfer bakal terwujud dalam hitungan hari.

“Besoknya manajer langsung memanggilku dan meminta penjelasan,” ujarnya.

9. Bikin Onar

Beberapa pesepakbola terkenal sebagai badboy lapangan. Tetapi bukan tak mungkin ada pula yang sewaktu-waktu merekayasa citra itu demi menimbulkan situasi tak nyaman di klub agar bisa dijual.

“Setiap pemain bisa menimbulkan masalah di ruang ganti atau di lapangan latihan. Anda cuma butuh bertindak buruk. Tak peduli apa, lakukan itu dengan buruk dan Anda akan mendapat reputasi yang tak lagi bisa diabaikan oleh manajer,” kata Savage.

Dengan menimbulkan masalah seperti itu, manajer mau tidak mau akan berbicara dengan pemain bersangkutan karena ia sudah pasti tak mau suasana jadi semakin tak kondusif atau malah ikut berpengaruh ke pemain-pemain lain di klub tersebut.

10. Tidak Tampil Maksimal

Seorang pesepakbola profesional sudah pasti ingin tampil sebaik mungkin saat sedang bertanding. Namun, hal sebaliknya bisa dilakukan untuk merancang kepindahan.

Menurut Savage, hal ini cukup sulit dilakukan untuk pemain profesional. Pasalnya dengan tidak tampil 100% yang kecewa bukan saja manajer dan klub melainkan juga para suporter dan keluarga pemain bersangkutan.

“Aku cuma melakukannya satu kali dan aku tidak bangga dengan hal itu, tapi sepertinya cuma ini satu-satunya jalan.”

“Saat itulah manajer tahu ia sudah kehilangan diriku dan tak ada lagi yang dapat ia lakukan untuk mempertahankanku,” kata Savage.

11. Kirim Sinyal Sudah Tak Betah ke Klub-klub Lain

Pada dasarnya proses transfer seorang pemain profesional memiliki aturan tersendiri yang cukup ketat. Sebelum bicara dengan pemain incaran, klub peminat mesti terlebih dulu menghubungi klub tempat pemain itu bernaung.

Akan tetapi, pada praktiknya tidak selalu demikian. “Main belakang” lazim terjadi, sebagaimana juga diperkuat oleh penuturan Savage terkait dengan usaha untuk mengatur kepindahan ke klub lain.

“Pemain dan manajer melakukannya. Aku punya dua orang manajer yang meneleponku di rumah ketika aku masih terikat kontrak dengan klub lain. Dan aku pun pernah merancang kepindahanku sendiri dengan bicara kepada pemain di klub tujuanku.”

“Obrolan diam-diam dengan seorang pemain dari klub lain, mungkin ketika kami sama-sama sedang menunaikan tugas bersama timnas, adalah cara sederhana untuk memberikan sinyal ke klub lain bahwa aku tertarik bergabung dengan mereka,” aku Savage.

 

#AgenBola #AgentSBOBET #AgentIBCBET #AgentTangkas #AgenJudi #AgenBolaPialaDunia2014 #AgentAFB #Agent368Bet #AgenBolaTerpercaya #AgentCasino #PialaDunia #BeritaBola #PrediksiBola #PrediksiSkor
Agen Bola, Agent SBOBET, Agent IBCBET, Agent Tangkas, Agen Judi, Agen Bola Piala Dunia 2014, Agent AFB, Agent 368Bet, Agen Bola Terpercaya, Agent Casino, PialaDunia, BeritaBola, PrediksiBola, Prediksi Skor